Usia ke-78, Pdt. Daniel S Kusbin Ulas Sejarah Gesba
LINIKATA.ID, MAKASSAR – Pdt. Daniel S. Kusbin mengulas awal berdirinya Gereja Segala Bangsa (Gesba) Pusat Makassar.
Pdt. Thoeng Goan Soei merupakan pendiri dan lahirnya Gereja Segala Bangsa secara otonom pada 20 September 1947 di Makassar.
Sebelumnya adalah Hulp Evangelist Van De Vereeniging ” De Gemeenten Van God Nederlandsch Indie” dengan Besluit pengangkatan Nomor 33 Buitangzorg 14 November 1938 sebagai Voorzitter.
Kemudian di daftarkan kembali oleh Pdt. Jantung Gindru Alam dengan surat keterangan Depag RI Dirjen Bimas Kristen Protestan No E/III/298/74 di Jakarta pada tanggal 14 Desember 1974.
Tempat kedudukan pusat di Makassar dan semua Sidang Jemaat Gereja Segala Bangsa disingkat Gesba diseluruh wilayah negara Republik Indonesia.
Di usia ke-78 tahun, Pdt Daniel mengatakan banyak tantangan dan dinamika dilewati. Namun eksistensi untuk terus membawa visi menjadi rumah segala bangsa adalah tujuan utama Gesba hingga saat ini.
Untuk mencapai masa keemasan sampai di usia ke-78, karena doa dan pertolongan tuhan. “Kita bisa bertahan karena percaya anugerah tuhan tanpa pertolongan tuhan dengan kekuatan kita tidak bisa melewati segala tantangan dan dinamika,” ungkap Pdt. Daniel ketika ditemui di Jalan Sungai Celendu, Makassar, Minggu (21/9).
Visi Gesba doa bagi rumah segala bangsa. Gereja hadir mendoakan pemerintah untuk kesejahteraan kota dan bangsa. Jadi perlu didoakan.
Menurutnya, doa bisa mengubah segala sesuatu. Ketika doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan besar kuasanya.
“Nafas hidup kita itu ada di doa,” ujarnya.
Ia menyebut kunci Gesba terus eksistensi itu salah satunya ada doa dan pertolongan tuhan. Ditengah persaingan gereja sangat luar biasa saat ini. Tapi puji tuhan, Gesba mampu membuktikan pencapaiannya.
Pdt. Daniel menuturkan sudah mempunyai 370 lebih cabang yang tergabung di Gesba seluruh Indonesia termasuk malaysia dan hongkong.
Sebagai penerus generasi keempat pendiri Gereja Segala Bangsa, Daniel pun meyakini bahwa dibawah kepemimpinannya cabang tidak hanya di malaysia dan hongkong tapi sampai ke bangsa-bangsa.
Kendati demikian, sejak masuk pelayanan mulai pada tahun 2000 hingga sekarang, ia pun mengakui ada banyak suka duka yang sudah dilewati.
“Keberhasilan sejauh ini tidak semudah itu dengan segala pencapaian, pastinya suka duka banyak dilewati,” beber ketua pendeta Sulsel dua periode ini.(dzl).
Penulis: dzl
Editor: dzila


