LINIKATA.ID, MAKASSAR – Aliansi Petugas Operasi Pemeliharaan Jaringan dan Irigasi (APOPJI) Sulawesi Selatan mengancam aksi mogok kerja hingga menutup bendung jika tuntutannya diabaikan.
Ketua APOPJI Sulsel, Andi Irfandi Sofyan menegaskan pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran apabila pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi mengabaikan tuntutan APOPJI.
Kami menuntut agar para Petugas Operasi Pemeliharaan Jaringan dan Irigasi diangkat menjadi PPPK. ” Tuntutan kami jelas yakni diangkat menjadi PPPK,” ujar Irfandi, Rabu 20 Agustus 2025.
Pengabdian kami belasan tahun bahkan ada puluhan. Untuk itu, APOPJI Sulsel mendesak pemerintah pusat maupun provinsi nasib kami diperhatikan.
Kalau tuntutan APOPJI diabaikan, pihaknya melakukan aksi mogok kerja besar-besaran hingga menutup bendung.
Kata Irfandi, hari ini Rabu 20 Agustus 2025, teman-teman petugas irigasi wilayah Luwu Raya tepatnya di BK 10 jalan poros Desa Mulyasri kecamatan Tomoni berlangsung aksi mogok kerja.
Dalam aksinya, menuntut agar diangkat jadi PPPK. ” Ya, tuntutannya tidak lain diangkat menjadi PPPK,” singkat Irfandi.
Ia berharap pemerintah pusat dan provinsi mengakomodir apa yang menjadi tuntutan APOPJI.
Namun, Kata Irfandi jika pemerintah tidak mengakomodir bahkan mengabaikan aspek tuntutan APOPJI maka pihaknya melakukan aksi mogok kerja.
Dimulai dari Luwu Raya, aksi serupa akan berlanjut di 24 kabupaten/kota di Sulsel dan mengancam menutup bendung sebagai titik sentral bagi kebutuhan masyarakat.
“Jika pemerintah mengabaikan aspek yang menjadi tuntutan, aksi serupa berlanjut ke 24 kabupaten/kota,” tegasnya.
Yang jelas, APOPJI Sulsel terus mendesak dan meminta kementerian PUPR maupun pemerintah provinsi sulawesi selatan tidak mengabaikan tuntutan teman-teman.
Upaya mogok kerja kata Irfandi bukanlah langkah satu-satunya, sebelumnya sudah melakukan audiensi, RDP dan menyurat ke BKN untuk memastikan perjuangan tetap berlanjut hingga melahirkan solusi.
Sekali lagi, Irfandi menegaskan apabila ini tidak diakomodir pihaknya melakukan aksi mogok kerja. “Intinya aksi mogok kerja,” tutupnya.(din).
Penulis: Din
Editor: dzila



